Ukuran teks
18

Tiga Minggu untuk Dua Baris yang Mengubah Segalanya

Tahun 1958. David Ogilvy baru saja memenangkan akun Rolls-Royce—merek mobil paling mewah di dunia. Masalahnya: budget iklan mereka hanya $25,000. Dengan uang itu, Ogilvy hanya bisa membeli empat ruang iklan di dua publikasi. 

Kompetitor seperti Ford menghamburkan jutaan dolar untuk iklan. Bagaimana mungkin Ogilvy bisa bersaing? 

Jawabannya: setiap iklan harus sempurna. Setiap kata harus bekerja keras. 

Ogilvy menghabiskan tiga minggu—21 hari penuh—membaca segala hal tentang Rolls-Royce. Ia membaca majalah otomotif. Ia berbicara dengan insinyur di pabrik. Ia mempelajari setiap detail teknis. Ia mencatat setiap fakta unik. 

Akhirnya, dalam sebuah artikel di majalah motor Inggris, ia menemukan kalimat yang mengubah segalanya. Editor teknis menulis: "Pada kecepatan 60 mil per jam, suara paling keras di Rolls-Royce baru ini datang dari jam listrik." 

Ogilvy tahu: Inilah headline nya. 

Ia menulis 26 versi headline berbeda untuk dipresentasikan. Tim nya memilih yang terbaik: "At 60 miles an hour, the loudest noise in this new Rolls-Royce comes from the electric clock." 

Hasilnya? Penjualan Rolls-Royce meningkat 50% pada tahun 1958. 

Tiga minggu untuk dua baris. Terdengar lama? Tidak jika dua baris itu menghasilkan jutaan dolar penjualan. 

Ini adalah esensi dari filosofi David Ogilvy—yang kemudian disebut sebagai "Bapak Periklanan Modern." Baginya, periklanan bukan tentang kreativitas untuk kreativitas. Ini bukan seni untuk seni.

Periklanan adalah tentang menjual. 

Dan dalam buku "Ogilvy on Advertising" yang diterbitkan tahun 1983, ia mengompilasi 36 tahun pengalamannya menjadi panduan yang masih relevan hingga hari ini.

 


1 dari 13