Pertanyaan yang Tidak Ingin Kita Jawab
Bayangkan ini adalah Selasa pagi yang normal. Anda sedang sarapan dengan keluarga. Anak-anak bersiap sekolah. Anda mungkin scrolling berita di ponsel sambil minum kopi.
Tiba-tiba—tanpa peringatan, tanpa deklarasi perang, tanpa ultimatum—rudal balistik antarbenua meluncur dari Korea Utara menuju pantai barat Amerika Serikat.
Waktu tempuh: 33 menit.
Dalam 33 menit, satu rudal nuklir bisa menghapus San Francisco dari peta. Satu juta orang mati dalam sekejap. Dua juta terluka parah. Radiasi menyebar ratusan kilometer.
Tapi itu baru permulaan.
Karena dalam 72 menit berikutnya—hanya 72 menit—5.000 hulu ledak nuklir akan diluncurkan di seluruh planet. Kota-kota besar musnah. Ratusan juta orang tewas dalam jam pertama. Miliaran lainnya akan mati dalam minggu dan bulan berikutnya dari radiasi, kelaparan, dan keruntuhan peradaban.
Ini bukan fiksi ilmiah. Ini bukan film Hollywood. Ini adalah skenario yang sangat mungkin terjadi—berdasarkan protokol nyata, sistem yang ada saat ini, dan kebijakan yang berlaku sekarang.
Annie Jacobsen, jurnalis investigasi pemenang Pulitzer Prize, menghabiskan bertahun-tahun mewawancarai mantan Sekretaris Pertahanan, komandan NORAD, perancang senjata nuklir, ilmuwan iklim, dan orang-orang yang pernah berada di dalam bunker perintah nuklir.
Pertanyaan yang dia ajukan sederhana tapi menakutkan: "Apa yang sebenarnya terjadi jika perang nuklir dimulai hari ini?"
Jawabannya akan mengubah cara Anda melihat dunia.
Mari kita mulai dengan menit pertama.