Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Bayangkan Anda duduk dalam review kinerja tahunan. Manajer Anda membuka folder tebal dan mulai berbicara. 

"Mari kita bahas area yang perlu diperbaiki..." 

Lima belas menit berikutnya dihabiskan membahas apa yang tidak Anda lakukan dengan baik. Keterampilan presentasi Anda perlu ditingkatkan. Kemampuan analitis data Anda kurang. Networking Anda lemah. 

Di akhir pertemuan, manajer berkata, "Kami akan mendaftarkan Anda di pelatihan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan ini. Fokus di sana tahun ini." 

Anda keluar dari ruangan merasa... kecil. Tidak cukup. Cacat. 

Ini adalah cerita yang dialami jutaan orang setiap hari. 

Sejak kecil, kita diajarkan untuk fokus pada kelemahan. Rapor sekolah menyoroti nilai buruk, bukan nilai bagus. Orang tua khawatir tentang matematika yang jelek, bukan seni yang brilian. Perusahaan mengirim karyawan ke pelatihan untuk "memperbaiki kekurangan," bukan mengasah keunggulan. 

Hasilnya? Sebagian besar dari kita menghabiskan hidup mencoba menjadi hal yang kita bukan—dan merasa tidak pernah cukup baik. 

Tapi bagaimana jika ada cara yang berbeda? Bagaimana jika kesuksesan bukan tentang memperbaiki kelemahan, tetapi tentang memaksimalkan kekuatan? 

Itulah pertanyaan yang diajukan oleh Gallup Organization setelah puluhan tahun riset dan lebih dari 2 juta wawancara dengan orang-orang sukses di seluruh dunia. 

Dan jawabannya mengejutkan: orang terbaik di dunia tidak membuang waktu memperbaiki kelemahan. Mereka fokus mengembangkan kekuatan.

 

 

1 dari 13