Ukuran teks
18

Mimpi Setiap Pembaca Buku

Bayangkan ini: Anda sedang mengemudi di tengah badai, tersesat, frustrasi. Hidup Anda terasa seperti buku yang tidak pernah selesai—pekerjaan yang membosankan, tunangan yang meninggalkan Anda seminggu sebelum pernikahan, dan teman-teman yang tiba-tiba terlalu sibuk untuk Anda. 

Lalu mobil Anda mogok di kota kecil yang aneh. 

Dan ketika Anda berjalan menyusuri jalanan basah, Anda mulai menyadari sesuatu yang tidak mungkin: Anda mengenal kota ini. Setiap detail. Toko permen dengan permen madu yang selalu manis. Bar dengan burger yang selalu sedikit gosong. Hujan yang selalu datang di sore hari. 

Anda mengenal kota ini—karena Anda telah membacanya ratusan kali. 

Ini adalah Eloraton, New York. Kota fiksi dari seri novel romance favorit Anda. Kota yang seharusnya tidak ada di dunia nyata. 

Tapi entah bagaimana, Anda di sini. 

Dan yang lebih gila: orang-orang di kota ini nyata. Mereka bernapas. Mereka berbicara. Mereka hidup—meskipun hidup mereka terjebak dalam loop yang sama, hari demi hari, karena penulis kesayangan Anda meninggal sebelum menyelesaikan buku terakhir mereka. 

Lalu Anda bertemu dia—pemilik toko buku yang pemarah dengan mata hijau mint dan selera novel yang sempurna. Dia bukan karakter yang Anda kenal dari buku. Dia... berbeda. 

Dan dia tidak senang Anda di sini. 

Ini adalah awal perjalanan Eileen "Elsy" Merriweather—dan ini bukan hanya cerita tentang wanita yang menemukan dirinya terjebak dalam novel romance. Ini cerita tentang apa yang terjadi ketika Anda menyadari bahwa hidup yang sebenarnya—dengan semua kekacauan, ketidakpastian, dan risikonya—jauh lebih berharga daripada kesempurnaan palsu dalam halaman buku.

 


1 dari 11