Ukuran teks
18

Hari Ayahku Meninggal, Amerika Terbakar

29 Juli 1943. Harlem, New York. 

Dua peristiwa terjadi bersamaan: 

Ayah James Baldwin meninggal di rumah sakit jiwa setelah bertahun-tahun berjuang dengan penyakit mental dan kebencian yang menggerogoti jiwanya. 

Dan di luar jendela rumah sakit, Harlem terbakar. 

Kerusuhan meledak setelah seorang polisi kulit putih menembak seorang prajurit kulit hitam. Jendela-jendela dipecahkan. Toko-toko dijarah. Mobil dibakar. Orang-orang berlari di jalanan dengan amarah yang telah ditahan terlalu lama. 

Baldwin berusia 19 tahun. Hari itu adalah ulang tahunnya. Hari kematian ayahnya. Hari kelahiran adik termudanya. Dan hari Harlem memuntahkan semua kemarahan yang telah terpendam selama puluhan tahun penindasan. 

Tiga peristiwa dalam satu hari. Dan dalam kebetulan brutal itu, Baldwin menemukan metafora untuk seluruh pengalaman menjadi orang kulit hitam di Amerika: 

Kelahiran dan kematian. Harapan dan keputusasaan. Cinta dan kebencian—semuanya bercampur dalam tarian yang menyakitkan dan tak terhindarkan. 

"Notes of a Native Son" adalah kumpulan esai yang mencoba memahami kontradiksi ini. Ditulis satu dekade setelah kematian ayahnya, ketika Baldwin sudah tinggal di Paris, mencoba melarikan diri dari Amerika tapi tidak pernah bisa benar-benar meninggalkannya. 

Buku ini bukan tentang kebencian, meskipun kebencian ada di setiap halamannya. Buku ini bukan tentang harapan, meskipun harapan bersinar di antara kegelapan. 

Buku ini tentang sesuatu yang lebih rumit: bagaimana bertahan sebagai manusia utuh ketika dunia berusaha menghancurkan kemanusiaan Anda.

Mari kita mulai dengan pertanyaan yang Baldwin ajukan sepanjang hidupnya: 

Apa artinya menjadi kulit hitam di Amerika—negara yang mengklaim kebebasan tapi dibangun di atas perbudakan?

 


1 dari 11