Ukuran teks
18

Apakah Anda Terlalu Baik?

Coba jawab pertanyaan ini dengan jujur: 

Apakah Anda sering mengatakan "ya" padahal ingin mengatakan "tidak"? 

Apakah Anda takut mengecewakan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan Anda sendiri? 

Apakah Anda merasa bersalah ketika memprioritaskan diri Anda? 

Apakah Anda menghindari konflik dengan cara apa pun, bahkan jika itu berarti menelan perasaan Anda? 

Apakah Anda sering merasa dimanfaatkan, tapi tidak berani berbicara? 

Jika Anda menjawab "ya" untuk sebagian besar pertanyaan ini—selamat datang di klub orang yang "terlalu baik." 

Dan sayangnya, menjadi "terlalu baik" bukanlah pujian. Ini adalah masalah. 

Dr. Aziz Gazipura, psikolog klinis yang menghabiskan bertahun-tahun mempelajari kecemasan sosial dan people pleasing, menulis "Not Nice" untuk orang-orang seperti kita—yang dibesarkan dengan ajaran "jadilah orang baik," "jangan egois," "pikirkan orang lain dulu." 

Ajaran yang mulia. Tapi ketika dieksekusi dengan ekstrem, ajaran ini menciptakan orang-orang yang: 

● Tidak punya boundaries 

● Tidak bisa mengatakan tidak 

● Menekan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri 

● Merasa bersalah untuk hal-hal yang bukan salah mereka 

● Takut ditolak sampai kehilangan identitas mereka 

Ini bukan tentang menjadi kasar. Ini bukan tentang menjadi egois.

Ini tentang berhenti mengorbankan diri Anda untuk mendapat persetujuan orang lain.

Mari kita mulai.

 


1 dari 11