Ukuran teks
18

Rumah yang Menyimpan Seratus Jiwa

Bayangkan sebuah rumah kayu tua di tengah hutan Massachusetts. Dinding papan yang lapuk. Lantai yang berderit. Jendela yang sedikit miring karena usia. 

Jika dinding-dinding itu bisa bicara, cerita apa yang akan mereka sampaikan? 

Sepasang kekasih yang melarikan diri dari koloni Puritan pada tahun 1700-an—mencari kebebasan di tengah belantara? Seorang prajurit yang kembali dari perang dengan jiwa yang hancur? Seniman yang mendengar suara-suara di malam hari? Pembunuh yang menyembunyikan rahasia di bawah lantai papan? 

Rumah itu menyimpan semuanya. 

Tidak hanya kisah manusia—tetapi juga kisah tanah itu sendiri. Pohon-pohon yang tumbang dan tumbuh kembali. Sungai yang mengubah aliran. Hewan-hewan yang datang dan pergi. Musim yang berganti beratus kali. Daun yang jatuh, membusuk, dan memberi kehidupan baru. 

Daniel Mason, penulis yang juga seorang dokter dan naturalis, menghabiskan bertahun-tahun merenungkan satu pertanyaan yang tampak sederhana namun mendalam: 

"Bagaimana jika kita menceritakan kisah bukan tentang orang, tetapi tentang tempat?" 

"North Woods" adalah jawabannya—sebuah novel yang mengikuti sebidang tanah di New England selama lebih dari tiga abad. Bukan sekadar latar belakang. Tanah itu adalah protagonis. 

Dan yang menakjubkan: dalam mengikuti perjalanan tanah ini, kita justru menemukan kebenaran paling dalam tentang apa artinya menjadi manusia. 

Mari kita masuki hutan ini, lapisan demi lapisan, cerita demi cerita.

 


1 dari 11