Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Salah Selama Ini

Bayangkan Anda mendengar berita: seorang wanita dibunuh oleh mantan suaminya. Bersama dengan tiga anaknya. Di rumah mereka sendiri. Dengan senjata api yang sudah lama dia ancamkan. 

Apa pertanyaan pertama yang terlintas di pikiran Anda? 

Kemungkinan besar: "Mengapa dia tidak pergi saja?" 

Pertanyaan itu—yang tampak logis, yang terasa wajar—adalah akar dari semua kesalahpahaman kita tentang kekerasan dalam rumah tangga. 

Pertanyaan itu salah. Pertanyaan itu berbahaya. Dan pertanyaan itulah yang membuat kita gagal melindungi perempuan seperti Michelle Monson Mosure. 

Michelle adalah ibu berusia 30 tahun dari Montana. Cantik, cerdas, penyayang. Dia bekerja sebagai asisten terapis, membantu orang lain menyembuhkan trauma mereka. 

Pada Mei 2001, Michelle dibunuh oleh Rocky—ayah dari tiga anaknya—bersama dengan Kristy (13), Kyle (8), dan Katelyn (4). Rocky menembak mereka satu per satu, kemudian membunuh dirinya sendiri. 

Tragedi itu bukan kejadian mendadak. Bukan ledakan amarah sesaat. Ini adalah klimaks dari bertahun-tahun terorisme domestik yang sistematis, yang diabaikan oleh sistem, yang disalahpahami oleh masyarakat. 

Rachel Louise Snyder menghabiskan satu dekade meneliti kasus Michelle dan ratusan kasus serupa untuk bukunya "No Visible Bruises." Yang dia temukan mengejutkan: KDRT bukan masalah pribadi. Ini masalah kesehatan masyarakat. Ini epidemi yang mempengaruhi kita semua.

Di Amerika, kekerasan domestik menyumbang 15% dari semua kejahatan kekerasan. 50 wanita terbunuh setiap bulannya oleh pasangan mereka. KDRT adalah penyebab ketiga homelessness. 

Tapi yang paling menakutkan: kita masih tidak memahami masalah ini. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan yang benar. Bukan "mengapa dia tidak pergi," tapi "mengapa sistem kita membiarkan dia mati?"

 


1 dari 12