Seorang Wanita Tua dan Rahasia yang Terkubur
Oregon, Amerika, 1995.
Seorang wanita tua berdiri di depan jendela rumahnya yang menghadap Samudra Pasifik. Tangannya gemetar—bukan hanya karena usia, tapi karena ingatan yang selama puluhan tahun dia kubur dalam-dalam.
Anak-anaknya tidak pernah benar-benar mengenalnya. Mereka tahu dia sebagai ibu yang penyayang tapi tertutup. Istri yang setia pada suami yang sudah lama meninggal. Nenek yang lembut.
Tapi mereka tidak tahu siapa dia sebenarnya.
Mereka tidak tahu tentang Prancis, 1939. Tentang rumah kecil di Carriveau yang pernah dia tinggali. Tentang pilihan-pilihan mustahil yang harus dia buat. Tentang saudara perempuannya yang pemberani—yang namanya tidak pernah disebutkan selama puluhan tahun.
Sekarang, di akhir hidupnya, dengan kanker yang merayap di tubuhnya, dia tahu waktunya telah tiba.
Waktunya untuk bercerita.
Waktunya untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi ketika Nazi datang. Ketika Prancis jatuh. Ketika kegelapan menutupi Eropa dan dua saudara perempuan harus memilih—bagaimana mereka akan bertahan hidup, dan apakah mereka akan bertahan sebagai manusia yang utuh.
Ini adalah kisah tentang keberanian. Tapi bukan keberanian yang kita pikirkan—dengan senjata dan medan perang. Ini tentang keberanian seorang ibu yang menyembunyikan anak Yahudi di loteng rumahnya sementara tentara Nazi tidur di lantai bawah. Tentang keberanian seorang gadis muda yang membawa pilot Sekutu melintasi Pyrenees berkali-kali, dengan risiko ditangkap dan disiksa.
Ini tentang keberanian perempuan yang tidak pernah diceritakan sejarah.
Mari kita kembali ke Prancis, 1939. Ketika segalanya dimulai.