Ukuran teks
18

Surat yang Mengubah Segalanya

Malam musim dingin di North Dakota, 1953. Suhu minus 20 derajat Celsius. Thomas Wazhashk berjalan keliling pabrik perhiasan tempat dia bekerja sebagai penjaga malam—shift yang dimulai tengah malam hingga fajar. 

Di saku mantelnya ada surat. Surat dari Washington D.C. yang dia baca berulang kali sepanjang malam, setiap kali dia berhenti di pos pemeriksaan. 

Surat itu singkat. Hanya beberapa halaman. Tapi isinya bisa menghancurkan segalanya.

House Concurrent Resolution 108. 

Kongres Amerika Serikat telah memutuskan: mereka akan "membebaskan" orang-orang Indian dari status mereka sebagai ward pemerintah federal. Kedengarannya mulia, bukan? Kebebasan? 

Tapi Thomas—seorang ketua suku Turtle Mountain Chippewa—tahu apa artinya ini sebenarnya. 

Ini berarti: 

● Reservasi mereka akan dihapus 

● Tanah suku akan diambil 

● Perjanjian yang dijamin konstitusi akan diabaikan 

● Rumah sakit, sekolah, dan layanan kesehatan akan ditutup 

● Rakyatnya akan dipaksa "berasimilasi" ke masyarakat Amerika—kehilangan identitas, bahasa, budaya 

● Mereka akan menjadi "warga negara biasa"—tanpa tanah, tanpa komunitas, tanpa masa depan 

Ini bukan kebebasan. Ini adalah penghapusan. 

Dan itu disebut dengan eufemisme yang sopan: "Termination"—terminasi.

Thomas Wazhashk, seorang pria paruh baya dengan delapan anak, yang bekerja dua pekerjaan untuk menghidupi keluarganya, sekarang harus berjuang melawan seluruh pemerintah Amerika Serikat. 

Bagaimana seorang penjaga malam dari reservasi kecil di North Dakota bisa melawan Washington D.C.? 

Inilah kisahnya. Kisah yang Louise Erdrich tulis berdasarkan kisah nyata kakeknya sendiri. Kisah tentang keberanian yang tenang, komunitas yang tangguh, dan perlawanan yang tidak pernah menyerah. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10