Ukuran teks
18

Kekuatan yang Mengancam Keberadaan Kita

Selama 100.000 tahun terakhir, kita Sapiens telah mengakumulasi kekuatan yang luar biasa. Kita menemukan api, menciptakan bahasa, membangun peradaban, mendaratkan manusia di bulan, dan kini mengembangkan kecerdasan buatan. 

Namun di puncak semua pencapaian ini, kita menemukan diri kita dalam krisis eksistensial. 

Dunia berada di ambang kehancuran ekologis. Misinformasi merajalela di mana-mana. Dan kita bergegas tanpa kendali menuju era AI—jaringan informasi baru yang mengancam untuk memusnahkan kita. 

Dengan semua yang telah kita capai, mengapa kita begitu destruktif terhadap diri sendiri? 

Inilah pertanyaan yang menghantuai Yuval Noah Harari dalam bukunya yang terbaru dan paling mendesak: Nexus

Mitos dan legenda sejak zaman kuno telah memperingatkan manusia tentang bahaya memanggil kekuatan yang tidak bisa mereka pahami. Dari kisah Prometheus yang mencuri api hingga legenda golem yang memberontak, peringatan ini tersebar di setiap budaya. 

Kini, AI mungkin adalah iterasi terbaru dalam pertempuran destruktif ini. 

Tapi Harari tidak setuju dengan pandangan apokaliptik yang sederhana. Ia percaya informasi pada dasarnya adalah hal yang baik. Lebih banyak informasi seharusnya membawa lebih banyak kemajuan. 

Masalahnya bukan informasi itu sendiri, tetapi bagaimana kita mengorganisasi dan menggunakan informasi. Dan di sinilah letak krisis kita. 

Nexus mengajak kita melakukan perjalanan melalui sejarah panjang manusia—dari Zaman Batu, melalui kanonisasi Alkitab, perburuan penyihir di era modern awal, Stalinisme, Nazisme, hingga kebangkitan populisme hari ini—untuk memahami hubungan kompleks antara informasi dan kebenaran, birokrasi dan mitologi, kebijaksanaan dan kekuasaan.

Dan yang paling penting: untuk memahami pilihan-pilihan mendesak yang kita hadapi hari ini, ketika kecerdasan non-manusia mengancam keberadaan kita.

 


1 dari 12