Ukuran teks
18

Kenangan yang Tak Bisa Dilepaskan

"Nama saya Kathy H. Saya berusia 31 tahun, dan sudah menjadi pengasuh selama hampir sebelas tahun." 

Begitu novel ini dimulai. Sederhana. Tenang. Seperti seseorang yang memperkenalkan diri di pesta koktail. 

Tapi kemudian Kathy melanjutkan: "Saya akan berhenti dalam delapan bulan. Lalu saya akan mulai donasi saya." 

Tunggu—donasi apa? 

Dan perlahan, dengan cara yang sangat halus dan menghancurkan, Kazuo Ishiguro mengungkap kebenaran: Kathy dan teman-temannya bukanlah manusia biasa. Mereka adalah klon—diciptakan untuk satu tujuan saja: memberikan organ mereka untuk menyelamatkan orang lain. 

Seluruh hidup mereka adalah ruang tunggu untuk kematian. 

Mereka tahu ini sejak kecil. Mereka tidak memberontak. Mereka tidak melarikan diri. Mereka hanya... menerima

Dan dalam penerimaan yang tenang dan mengerikan itulah letak kekuatan novel ini. 

"Never Let Me Go" bukan tentang pemberontakan melawan sistem dystopian. Ini bukan "The Hunger Games" atau "1984." Ini adalah kisah yang jauh lebih sunyi dan lebih menghantui tentang bagaimana kita semua—klon atau bukan—hidup dalam bayangan kematian yang tak terelakkan. 

Dan bagaimana kita memilih untuk mengisi waktu yang kita punya. 

Mari kita masuki dunia Hailsham—tempat di mana anak-anak dibesarkan dengan lembut untuk tujuan yang kejam.

 


1 dari 9