Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Seorang pasien datang ke kantor Dr. Daniel Siegel. Sebut saja dia Amanda, 35 tahun, sukses dalam karir, cerdas, mandiri. 

"Saya tidak mengerti," katanya. "Saya sudah punya segalanya—pekerjaan bagus, apartemen bagus, uang cukup. Tapi saya merasa... kosong. Seperti ada yang hilang." 

Dr. Siegel bertanya, "Ceritakan tentang hubungan Anda." 

Amanda terdiam. "Saya... tidak terlalu dekat dengan siapa pun. Saya lebih suka sendiri. Saya tidak butuh orang lain." 

"Tidak butuh? Atau takut?" 

Pertanyaan itu menghantam seperti bom. 

Amanda mulai menangis—untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun. "Ketika saya kecil, ayah saya meninggal. Ibu saya... dia shutdown. Dia ada secara fisik, tapi tidak secara emosional. Saya belajar untuk tidak bergantung pada siapa pun. Saya belajar untuk tidak membutuhkan." 

Dr. Siegel mengangguk. "Dan sekarang otak Anda berpikir bahwa untuk bertahan, Anda harus sendirian. Tapi inilah yang ilmu saraf katakan: Otak kita dibangun untuk terhubung. Isolasi bukanlah kekuatan—itu adalah luka yang belum sembuh." 

Selama lebih dari 30 tahun, Dr. Daniel Siegel—psikiater, profesor di UCLA, dan pendiri bidang interpersonal neurobiology—telah meneliti satu pertanyaan fundamental: 

Bagaimana hubungan membentuk siapa kita?

Dan jawabannya mengubah cara kita memahami pikiran, otak, dan apa artinya menjadi manusia: 

Kita tidak dilahirkan sebagai individu yang lengkap yang kemudian memilih untuk berhubungan. Kita dilahirkan melalui hubungan, dibentuk oleh hubungan, dan menjadi diri kita yang paling utuh dalam hubungan. 

Atau dalam kata-kata Siegel: "Tidak ada 'aku' tanpa 'kita'." 

Buku ini bukan hanya tentang hubungan romantis. Ini tentang bagaimana setiap interaksi—dengan orang tua, teman, rekan kerja, bahkan orang asing di kafe—secara harfiah membentuk struktur otak kita. 

Mari kita masuki dunia yang luar biasa dari "neurobiologi kita."

 


1 dari 11