Organisasi yang Terbakar
Juni 2017. Frances Frei, profesor Harvard Business School, menerima telepon yang akan mengubah hidupnya.
Megan, alumnus HBS yang bekerja di Uber, memohon: "Frances, bisakah kamu bertemu dengan CEO kami?"
Frances langsung menolak. "Megan, tidak. Aku dan Anne hanya membantu orang baik yang menang. Aku belum pernah bertemu Travis Kalanick, tapi dari yang kubaca di koran... ini bahkan tidak ambigu."
Tapi Megan terus memohon. Dan karena Megan—seseorang yang ia hormati—memilih bekerja untuk Uber meskipun semua headline negatif, Frances akhirnya setuju untuk bertemu.
Pertemuan yang seharusnya satu jam itu berubah menjadi percakapan yang mengubah segalanya. Di akhir pertemuan, Frances membuat keputusan yang mengejutkan: ia akan bergabung dengan Uber sebagai Senior Vice President of Leadership and Strategy.
Mengapa? Karena Uber sedang terbakar.
Bukan metafora. Organisasi itu benar-benar dalam api krisis:
● Laporan pelecehan seksual yang mengerikan
● Kampanye #DeleteUber dari pengguna yang marah
● CEO tertangkap video merendahkan driver
● Kebocoran data dan tuduhan cover-up
● Hubungan dengan regulator yang hancur total
● Budaya bias dan eksklusi yang sistemik
"Ini adalah organisasi yang telah kehilangan kepercayaan dari setiap konstituennya yang penting," kenang Frances.
Kebanyakan orang akan lari dari api seperti ini. Tapi Frances? Ia berlari ke arah api.
"Sifat favoritku adalah penebusan dosa," katanya. "Aku percaya ada versi lebih baik dari kita di setiap sudut. Dan aku telah melihat secara langsung bagaimana organisasi, komunitas, dan individu berubah dengan kecepatan yang mencengangkan."
Frances membuat komitmen publik yang kemudian ia sesali: ia akan memakai kaos Uber setiap hari sampai setiap karyawan lain juga memakai kaos Uber dengan bangga.
Ia jelas tidak memikirkan ini dengan matang. 250 hari kemudian, setelah transformasi yang luar biasa, Frances akhirnya bisa melepas kaos itu dan kembali ke Harvard.
Tapi apa yang ia pelajari di 250 hari itu—tentang bagaimana membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah dengan cepat, dan memperbaiki yang rusak tanpa membuat kerusakan baru—menjadi fondasi buku ini.
Ini adalah kisah tentang bagaimana kecepatan dan keunggulan tidak harus berkompromi. Tentang bagaimana kita bisa bergerak cepat dan memperbaiki, bukan merusak.
Ini adalah kisah Move Fast & Fix Things.