Ukuran teks
18

Gunung yang Kamu Daki Adalah Dirimu Sendiri

Bayangkan Anda berdiri di kaki gunung yang menjulang tinggi. Di puncak sana, ada kehidupan yang Anda impikan—karir yang cemerlang, hubungan yang sehat, kebahagiaan yang utuh, versi terbaik dari diri Anda. 

Anda tahu ke mana harus pergi. Jalurnya jelas. Dan Anda benar-benar ingin sampai ke sana. 

Tapi setiap kali Anda mengambil langkah pertama, sesuatu menghentikan Anda. Kadang itu rasa takut yang melumpuhkan. Kadang itu keraguan yang berbisik, "Kamu tidak bisa." Kadang itu kebiasaan lama yang terus menarik Anda kembali. 

Anda mencoba lagi dan lagi. Anda membaca buku self-help. Anda membuat resolusi. Anda berjanji pada diri sendiri, "Kali ini akan berbeda." 

Tapi tidak pernah berbeda. Anda selalu kembali ke tempat yang sama. 

Frustrasi. Bingung. Bertanya-tanya: Mengapa saya terus menyabotase diri sendiri? 

Inilah yang Brianna Wiest sebut sebagai "gunung"—bukan tantangan eksternal yang menghadang Anda, tetapi hambatan internal yang Anda ciptakan sendiri. 

Dan inilah kebenaran yang membebaskan: gunung itu adalah Anda. Halangan terbesar antara Anda dan kehidupan yang Anda inginkan bukanlah keadaan, bukan keberuntungan, bukan orang lain.

Itu adalah diri Anda sendiri. 

Tapi kabar baiknya? Jika Anda adalah gunung, Anda juga adalah pendaki. Anda memiliki semua yang dibutuhkan untuk menaklukkannya. 

Buku ini bukan tentang mendaki gunung di luar sana. Ini tentang menghadapi gunung di dalam diri Anda—trauma yang belum sembuh, ketakutan yang belum dihadapi, kebutuhan yang belum terpenuhi—dan mengubah sabotase diri menjadi penguasaan diri. 

Karena pada akhirnya, bukan gunung yang Anda taklukkan. Tetapi diri Anda sendiri.

 


1 dari 10