Ukuran teks
18

Memo yang Ditunggu Warren Buffett

Ada satu orang yang ketika mengirim email, Warren Buffett—investor paling sukses di dunia—akan langsung membukanya terlebih dahulu di antara ratusan email lain. 

Bukan CEO Fortune 500. Bukan presiden bank sentral. Bukan ekonom pemenang Nobel. Orang itu adalah Howard Marks. 

"Ketika saya melihat memo dari Howard Marks di email saya," kata Buffett, "itu adalah hal pertama yang saya buka dan baca." 

Howard Marks adalah co-founder Oaktree Capital Management, firma investasi alternatif yang mengelola aset lebih dari $180 miliar. Tapi yang membuatnya legendaris bukan hanya angka itu—melainkan bagaimana ia mencapainya. 

Sejak 1990-an, Marks menulis memo kepada klien-kliennya. Bukan laporan kering tentang return dan angka. Tetapi analisis mendalam tentang pasar, risiko, siklus, dan—yang paling penting—psikologi investor. 

Memo-memo itu menjadi begitu berpengaruh sehingga beredar di Wall Street dan dibaca oleh ribuan investor profesional di seluruh dunia. 

Pada 2011, Marks mengompilasi kebijaksanaan dari puluhan memo itu menjadi satu buku: "The Most Important Thing: Uncommon Sense for the Thoughtful Investor". 

Warren Buffett menyebutnya "rareness, a useful book"—pujian tertinggi dari seseorang yang jarang memuji. 

Versi "Illuminated" dari buku ini bahkan lebih kaya—ditambah dengan komentar dari empat investor legendaris lainnya: Christopher Davis, Joel Greenblatt, Paul Johnson, dan Seth Klarman. Mereka menambahkan perspektif, contoh, dan counterpoints yang memperkaya filosofi Marks. 

Tapi apa yang membuat buku ini begitu powerful?

Karena Marks tidak menulis tentang "cara cepat kaya" atau "rahasia mengalahkan pasar." Dia menulis tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental: cara berpikir yang benar tentang investasi. 

Dan di dunia di mana kebanyakan orang kehilangan uang bukan karena kurang informasi, tetapi karena berpikir dengan cara yang salah—buku ini adalah antidote yang sangat dibutuhkan.

 


1 dari 12