Proposal yang Akan Membuat Anda Mual
Tahun 1729. Dublin, Irlandia.
Bayangkan Anda membuka sebuah pamflet yang baru diterbitkan. Judulnya panjang dan formal, seperti dokumen pemerintah resmi:
"Sebuah Proposal Sederhana untuk Mencegah Anak-anak Orang Miskin Menjadi Beban bagi Orang Tua atau Negara, dan untuk Membuat Mereka Berguna bagi Publik"
Terdengar seperti kebijakan ekonomi yang membosankan, kan?
Anda mulai membaca. Penulisnya sopan, rasional, penuh data dan angka. Dia menjelaskan masalah kemiskinan di Irlandia dengan detail yang menyedihkan: ibu-ibu pengemis di jalanan dengan tiga, empat, enam anak yang kelaparan. Anak-anak yang tumbuh menjadi pencuri karena tidak punya pilihan lain. Keluarga yang tidak mampu memberi makan mulut-mulut kecil yang terus bertambah.
Lalu dia sampai pada solusinya. Dan Anda berhenti bernapas.
Dia mengusulkan bahwa orang miskin Irlandia harus menjual bayi mereka—bayi berusia satu tahun—untuk dimakan oleh orang kaya.
Tidak, Anda tidak salah baca.
Dia menjelaskan dengan sangat detail dan "rasional":
● Bayi berusia satu tahun memiliki daging yang lembut dan lezat
● Satu bayi bisa memberi makan keluarga kaya untuk satu kali makan besar
● Bisa dijual seharga 10 shilling—uang yang sangat dibutuhkan keluarga miskin
● Kulitnya bisa dijadikan sarung tangan dan sepatu bot yang elegan untuk tuan-tuan kaya
Dia bahkan memberikan resep masakan.
Anda menutup pamflet. Tangan Anda gemetar. Apa ini?
Inilah "A Modest Proposal" karya Jonathan Swift—satir paling kejam, paling brilian, dan paling berani yang pernah ditulis dalam bahasa Inggris.
Dan jika Anda merasa mual, marah, atau ngeri—selamat. Anda memahami tujuannya.
Mari kita bedah karya jenius ini dan pelajaran abadi yang masih sangat relevan 300 tahun kemudian.