Dua Anak dengan Puzzle yang Sama
Laboratorium psikologi Stanford University, sebuah ruangan dengan mainan dan puzzle. Carol Dweck, psikolog yang telah meneliti motivasi manusia selama puluhan tahun, duduk bersama dua anak berusia empat tahun.
Dia memberikan puzzle sederhana kepada keduanya. Kedua anak menyelesaikannya dengan mudah, wajah mereka berseri-seri dengan kebanggaan.
"Bagus sekali!" kata Carol. "Sekarang, kalian bisa memilih. Mau mengerjakan puzzle yang sama lagi, atau mencoba puzzle yang lebih sulit?"
Anak pertama, tanpa ragu, menunjuk puzzle yang sudah diselesaikannya. "Yang ini saja." "Kenapa?" tanya Carol lembut.
"Karena aku bisa. Aku tidak mau salah."
Anak kedua, matanya berbinar, langsung menunjuk puzzle yang lebih rumit. "Yang sulit!" "Kenapa?"
"Karena aku bisa belajar hal baru!"
Dua anak. Satu pilihan sederhana. Dua respons yang sepenuhnya berbeda.
Dan dalam perbedaan respons itu, Carol Dweck menemukan sesuatu yang akan mengubah pemahaman kita tentang kecerdasan, bakat, dan kesuksesan: mindset.
Anak pertama menunjukkan apa yang Carol sebut sebagai "fixed mindset"—pola pikir tetap yang percaya bahwa kemampuan kita sudah ditentukan sejak lahir dan tidak bisa berubah. Baginya, puzzle mudah adalah cara aman untuk membuktikan bahwa dia pintar. Puzzle sulit adalah ancaman yang bisa membuktikan sebaliknya.
Anak kedua menunjukkan "growth mindset"—pola pikir berkembang yang percaya bahwa kemampuan bisa ditumbuhkan melalui usaha dan pembelajaran. Baginya, puzzle sulit bukan ancaman, tetapi kesempatan untuk bertumbuh.
Tiga puluh tahun penelitian Carol Dweck mengungkapkan kebenaran yang luar biasa: pola pikir Anda—cara Anda melihat diri sendiri—menentukan seberapa jauh Anda akan pergi dalam hidup.
Dan kabar baiknya? Mindset bukan sesuatu yang Anda terlahir dengannya. Anda bisa mengubahnya.