Ketika Ilmuwan Bertemu dengan Biksu
Tahun 2005. Daniel Siegel—profesor psikiatri klinis dari UCLA, peneliti otak dengan reputasi internasional—duduk di sebuah retreat bersama biksu-biksu Buddhis.
Selama 30 tahun karirnya mempelajari otak manusia, Siegel selalu skeptis terhadap meditasi. Baginya, itu adalah praktik spiritual yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Mungkin berguna untuk beberapa orang, tapi tidak ada hubungannya dengan neuroscience yang dia geluti.
Tapi di retreat itu, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Seorang biksu yang telah bermeditasi selama 40 tahun bercerita tentang pengalamannya: "Ketika saya meditasi, saya bisa melihat pikiran saya sendiri—seperti menonton awan di langit. Saya tidak lagi dikendalikan oleh pikiran itu. Saya bisa memilih bagaimana merespons."
Siegel tertarik. Sebagai psikiater, dia tahu bahwa kemampuan untuk mengamati pikiran sendiri tanpa terbawa olehnya adalah tanda kesehatan mental yang luar biasa.
Orang yang depresi tidak bisa melihat pikiran negatif mereka sebagai "hanya pikiran"—mereka percaya pikiran itu adalah kebenaran.
Orang dengan anxiety disorder tidak bisa mengamati ketakutan mereka dengan objektif—mereka dikuasai olehnya.
Orang dengan trauma tidak bisa melihat flashback mereka sebagai memori—mereka merasakannya sebagai happening now.
Tapi biksu ini—dan banyak meditator berpengalaman—punya kemampuan luar biasa untuk mengamati pikiran mereka sendiri dengan jarak, ketenangan, dan objectivity.
Bagaimana mereka melakukannya?
Siegel mulai meneliti. Dia menggunakan teknologi brain imaging (fMRI, EEG) untuk melihat apa yang terjadi di otak meditator ketika mereka berlatih mindfulness.
Apa yang dia temukan mengubah segalanya—bukan hanya pemahaman kita tentang meditasi, tetapi pemahaman kita tentang bagaimana otak bisa diubah, disembuhkan, dan diintegrasikan.
Buku "The Mindful Brain" adalah hasil dari perjalanan ilmiah ini—sebuah jembatan antara neuroscience dan ancient wisdom, antara laboratorium dan meditation cushion.
Dan pelajaran terbesarnya?
Kita bisa mengubah otak kita. Dan mindfulness adalah salah satu cara paling powerful untuk melakukannya.
Mari kita mulai.