Ukuran teks
18

Ketika Kata-Kata Sederhana Menyentuh Jiwa

Bayangkan sebuah buku yang terdiri dari kalimat-kalimat pendek, tanpa huruf kapital, tanpa tanda baca yang sempurna. Sebuah buku yang terlihat seperti catatan diary remaja, dengan gambar-gambar sederhana di sampingnya. 

Lalu bayangkan buku itu menjual 6 juta kopi di seluruh dunia. 

Bayangkan kata-kata sederhana seperti ini: 

"you tell me to quiet down cause 

my opinions make me less beautiful 

but i was not made with a fire in my belly 

so you could snuff it out" 

Menyentuh jutaan hati perempuan di seluruh dunia. 

Ini adalah kekuatan "Milk and Honey" karya Rupi Kaur—sebuah koleksi puisi yang membuktikan bahwa kadang, kebenaran paling dalam diucapkan dengan kata-kata paling sederhana. 

Rupi Kaur lahir di Punjab, India, dan pindah ke Kanada saat berusia 4 tahun. Dia tumbuh dalam keluarga Sikh yang berbicara bahasa Punjabi di rumah. Ketika kecil, karena tidak bisa berbahasa Inggris, dia mulai menggambar dan menulis sebagai cara berkomunikasi. 

Tahun 2014, saat berusia 21 tahun sebagai mahasiswa, Rupi menulis, mengedit, mendesain, dan menerbitkan sendiri "Milk and Honey" melalui Amazon. Tidak ada penerbit yang mau menerbitkan karyanya. 

Setahun kemudian, sebuah foto kontroversial yang dia posting untuk proyek universitas—foto menstruasi yang disensor Instagram—membuat viral dan membawa perhatian ke bukunya. 

Tiba-tiba, "Milk and Honey" meledak. Menjadi bestseller New York Times selama 165 minggu. Diterjemahkan ke 43 bahasa. Mengubah cara dunia memandang puisi. 

Tapi mengapa? Apa yang membuat kumpulan puisi pendek dari gadis muda ini begitu powerful?

 


1 dari 11