Dua Lelaki, Satu Mimpi, Nasib yang Kejam
Bayangkan ini: Dua lelaki berjalan di jalan berdebu California di bawah terik matahari. Salah satunya kecil, cerdas, dan cepat. Yang lainnya besar seperti beruang, kuat luar biasa, tapi pikirannya seperti anak kecil.
Mereka bukan saudara. Bukan keluarga. Tapi mereka berjalan bersama, bekerja bersama, bermimpi bersama.
Di era Great Depression—ketika jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah, dan harapan—dua lelaki ini punya sesuatu yang langka: mereka punya satu sama lain.
"Kita punya satu sama lain," kata yang besar dengan suara seperti anak kecil. "Itu yang membuat kita berbeda dari orang lain. Kita punya masa depan. Kita punya seseorang yang peduli."
Nama mereka George Milton dan Lennie Small. Dan ini adalah kisah tentang persahabatan yang mustahil, impian yang rapuh, dan tragedi yang tak terelakkan.
John Steinbeck menulis novel ini dalam waktu yang sangat singkat—dan hasilnya adalah salah satu karya paling heartbreaking dalam sastra Amerika.
Ini bukan cerita dengan akhir bahagia. Ini cerita tentang bagaimana dunia menghancurkan orang-orang yang paling rentan. Tentang bagaimana kadang cinta berarti membuat pilihan yang paling menyakitkan.
Mari kita mulai di tepi sungai Salinas, tempat semuanya dimulai—dan akan berakhir.