Keputusan yang Mengubah Segalanya
Bayangkan Anda seorang ibu. Anak perempuan Anda berusia delapan tahun—masih begitu kecil, masih membutuhkan Anda.
Lalu datang seorang pria asing. Pria kulit putih. Dia berhak mengambil sesuatu dari tuan Anda sebagai pembayaran hutang. Dia bisa mengambil apa saja: ternak, tanah, atau... manusia.
Anda melihat cara matanya menatap putri sulung Anda yang sudah remaja. Anda tahu apa yang akan terjadi padanya jika dia yang diambil.
Jadi Anda membuat keputusan yang akan menghantui Anda selamanya: Anda menawarkan anak kecil Anda sebagai gantinya. Anda melepaskan Florens—gadis kecil yang masih suka bermain, yang masih tidur di samping Anda setiap malam.
Apakah ini pengkhianatan? Atau ini adalah bentuk cinta tertinggi—pengorbanan yang tak terbayangkan?
Ini adalah inti dari "A Mercy," novel luar biasa karya Toni Morrison yang membawa kita ke Amerika abad ke-17—sebuah dunia di mana garis antara budak dan bebas, hitam dan putih, kasih sayang dan kepemilikan belum tergambar sejelas yang kita kenal.
Di dunia ini, seorang ibu membuat pilihan yang mustahil. Dan pilihan itu akan membentuk kehidupan gadis kecil bernama Florens—gadis yang mencari cinta di tempat yang tidak bisa memberikannya, yang belajar bahwa bahkan belas kasihan pun bisa menjadi bentuk kepemilikan.
Mari kita masuki dunia yang rumit, menyakitkan, dan mengejutkan ini—dunia yang lebih dekat dengan kita daripada yang kita kira.