Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Athena, 402 Sebelum Masehi. 

Seorang pemuda tampan dari Thessaly bernama Meno berjalan menemui Socrates—filosof paling terkenal (dan paling menjengkelkan) di Athena—dengan pertanyaan yang tampaknya sederhana: 

"Socrates, bisakah kau memberitahuku: apakah kebajikan bisa diajarkan? Atau apakah dia diperoleh melalui latihan? Atau apakah manusia memilikinya sejak lahir, atau mendapatkannya dengan cara lain?" 

Pertanyaan yang fair. Pertanyaan praktis. Meno adalah pemuda kaya yang ingin menjadi pemimpin yang baik. Dia ingin tahu apakah dia bisa belajar menjadi orang baik, atau apakah itu sesuatu yang harus dia lahirkan dengannya. 

Tapi Socrates—seperti biasanya—tidak memberikan jawaban langsung. 

Sebaliknya, dia melakukan sesuatu yang jauh lebih menarik: dia mengubah percakapan sederhana menjadi salah satu eksplorasi filosofis paling mendalam dalam sejarah tentang sifat pengetahuan, pembelajaran, dan apa artinya menjadi manusia. 

Dialog yang terjadi selanjutnya telah dipelajari selama 2.400 tahun. Bukan karena memberikan jawaban yang jelas. Tapi karena mengajukan pertanyaan yang lebih dalam yang masih relevan hari ini: 

● Bagaimana kita benar-benar tahu sesuatu? 

● Apakah pembelajaran adalah menemukan atau mengingat? 

● Apakah kebaikan bisa diajarkan seperti matematika? 

● Apa bedanya tahu sesuatu dengan hanya punya opini yang benar? 

Mari kita masuk ke dalam percakapan ini—percakapan yang akan mengubah cara Anda berpikir tentang pengetahuan dan pembelajaran.

 


1 dari 11