Ketika Terapis Butuh Terapis
Bayangkan ini: Anda adalah terapis profesional. Setiap hari, orang datang ke ruang praktik Anda, berbagi masalah paling dalam, menangis di sofa Anda, dan Anda membimbing mereka menemukan jalan keluar.
Anda adalah orang yang "tahu." Orang yang "stabil." Orang yang punya jawaban.
Lalu suatu malam, pasangan yang Anda cintai—pria yang berencana Anda nikahi—mengatakan dia tidak mau punya anak lagi. Dia punya anak dari pernikahan sebelumnya dan merasa "sudah selesai."
Masalahnya? Anda sangat ingin punya anak. Ini adalah sesuatu yang Anda selalu bayangkan. Non-negotiable.
Dalam satu malam, masa depan yang Anda rencanakan runtuh.
Dan Anda, sang terapis, tidak bisa menangani ini sendiri.
Inilah yang terjadi pada Lori Gottlieb—terapis berpengalaman, kolumnis terkenal di The Atlantic, wanita yang seharusnya "punya semuanya bersama."
Dia menelepon seorang terapis bernama Wendell. Dan percakapan pertama mereka dimulai dengan kalimat yang akan familiar bagi siapa saja yang pernah patah hati:
"Dia adalah orang yang tepat. Saya tahu itu. Tapi dia bilang dia tidak mau punya anak lagi, dan saya... saya tidak tahu harus bagaimana."
Wendell diam sebentar. Lalu bertanya dengan lembut: "Mungkin dia bukan orang yang tepat?"
Lori marah. Bagaimana Wendell bisa bilang begitu? Dia tidak tahu! Dia tidak mengerti!
Tapi dalam perjalanan setahun berikutnya, Lori akan menemukan bahwa pertanyaan sederhana itu—dan ratusan percakapan di ruang terapi Wendell—akan mengubah bukan hanya cara dia melihat hubungannya, tapi cara dia melihat seluruh hidupnya.
"Maybe You Should Talk to Someone" adalah buku yang luar biasa jujur. Lori menceritakan dua kisah secara bersamaan: perjalanannya sebagai klien yang berantakan di ruang terapi Wendell, dan perjalanannya sebagai terapis yang membimbing empat klien dengan masalah yang sangat berbeda.
Hasilnya? Salah satu buku paling manusiawi tentang terapi, perubahan, dan keberanian untuk menghadapi kebenaran tentang diri kita sendiri.
Mari kita masuk.