Pertanyaan yang Tidak Berani Ditanyakan
Kapan terakhir kali Anda benar-benar menginginkan pasangan Anda?
Bukan cinta. Bukan kasih sayang. Bukan kenyamanan.
Saya berbicara tentang hasrat—dorongan primitif, gairah yang membuat jantung berdebar, nafas tercekat, kulit merinding.
Jika Anda sudah menikah atau dalam hubungan jangka panjang, mungkin jawabannya membuat Anda tidak nyaman.
Mungkin sudah berbulan-bulan. Atau bertahun-tahun. Atau—mari kita jujur—mungkin Anda bahkan tidak ingat kapan terakhir kali merasakan itu.
Kehidupan seks Anda mungkin terasa seperti item di to-do list: "Kamis malam, jam 10, jika anak-anak sudah tidur, jika kita tidak terlalu lelah, jika ada waktu sebelum harus tidur untuk bangun pagi."
Spontanitas? Hilang. Gairah? Menghilang. Misteri? Pasangan Anda sudah terlalu dikenal—Anda tahu kebiasaan buruknya, suara dengkurannya, cara dia mengunyah sereal.
Dan kemudian pertanyaan muncul, berbisik di malam hari ketika pasangan Anda sudah tidur:
"Apakah ini saja? Apakah ini kehidupan seks yang harus saya terima untuk 30-40 tahun ke depan?"
Esther Perel, terapis pasangan dan seksualitas yang telah bekerja dengan ribuan pasangan dari berbagai budaya, mengajukan pertanyaan yang lebih mengganggu:
"Mengapa hal yang baik untuk hubungan—keintiman, kepercayaan, kedekatan—justru membunuh hasrat?"
Inilah paradoks yang dia sebut "mating in captivity"—mengapa kita berhenti menginginkan orang yang paling kita cintai?
Buku ini bukan tentang posisi seks baru atau trik kamar tidur. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih dalam dan lebih rumit:
Bagaimana kita bisa mendamaikan kebutuhan akan keamanan dengan kebutuhan akan petualangan? Keintiman dengan misteri? Cinta dengan hasrat?
Mari kita mulai dengan menghadapi kebenaran yang tidak nyaman.