Pertanyaan yang Tidak Ada dalam Film Disney
Bayangkan ini: Pangeran dan Putri sudah menikah. Pesta pernikahan megah sudah berlalu. Gaun mewah sudah disimpan. Bulan madu di kastil sudah selesai.
Sekarang mereka duduk di meja makan. Pangeran membaca koran sambil mengunyah roti. Putri mengecek ponsel sambil minum kopi.
"Siapa yang akan cuci piring?" tanya Putri.
"Aku yang cuci kemarin," jawab Pangeran tanpa mengangkat kepala.
"Tapi aku yang masak."
"Oke, tapi aku yang belanja bahan makanannya."
Keheningan canggung.
Inilah yang tidak pernah diceritakan film Disney: Apa yang terjadi setelah "happily ever after"?
Belinda Luscombe—editor senior TIME Magazine yang sudah meliput segalanya dari politik hingga selebriti—menghabiskan bertahun-tahun menyelidiki satu pertanyaan sederhana namun kompleks:
"Apa yang membuat pernikahan bertahan?"
Dia mewawancarai ratusan pasangan. Membaca ribuan penelitian ilmiah. Mengikuti terapis pernikahan terbaik di dunia. Dan yang terpenting: dia jujur tentang pernikahannya sendiri—lengkap dengan pertengkaran tentang siapa yang lupa membeli sabun cuci piring.
Hasilnya adalah "Marriageology"—sebuah buku yang menghancurkan mitos romantis tentang pernikahan dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih berguna: data, strategi, dan harapan realistis.
Karena ternyata, pernikahan yang bahagia bukan hasil dari keberuntungan atau "jodoh dari surga."
Pernikahan yang bahagia adalah hasil dari keterampilan yang bisa dipelajari.
Dan kabar baiknya: Tidak pernah terlambat untuk mulai belajar.