Ukuran teks
18

Buku Kecil yang Mengubah Jutaan Hidup

Tahun 1902. James Allen, seorang penulis miskin berusia 31 tahun, duduk di perpustakaan kecil di rumahnya di Ilfracombe, Inggris. 

Hidupnya tidak mudah. Ayahnya dibunuh ketika James masih remaja, memaksanya berhenti sekolah dan bekerja untuk menghidupi keluarga. Dia bekerja sebagai sekretaris selama 15 tahun—pekerjaan yang membosankan tapi membayar tagihan. 

Tapi di malam hari, James menulis. Dia merenungkan pertanyaan yang telah mengganggu manusia sejak awal peradaban: 

"Mengapa beberapa orang sukses sementara yang lain gagal? Mengapa beberapa orang bahagia sementara yang lain menderita? Apakah kita adalah korban keadaan, atau kita pencipta nasib kita sendiri?" 

Setelah bertahun-tahun meditasi dan observasi, dia menulis sebuah esai kecil. Hanya 25 halaman. Dia menyebutnya "As a Man Thinketh"—diambil dari Amsal 23:7: 

"Karena seperti yang dia pikirkan di dalam hatinya, demikianlah dia."

Penerbit awalnya skeptis. Terlalu pendek. Terlalu filosofis. Siapa yang akan membeli ini?

Tapi ketika diterbitkan tahun 1903, sesuatu yang luar biasa terjadi. 

Buku itu menyebar dari tangan ke tangan. Dari negara ke negara. Satu abad kemudian, buku kecil itu telah terjual lebih dari 2 juta kopi dan diterjemahkan ke puluhan bahasa. Buku ini telah menginspirasi pemimpin, entrepreneur, atlet, dan jutaan orang biasa di seluruh dunia. 

Mengapa? Karena James Allen mengungkap kebenaran sederhana namun revolusioner:

"Seorang manusia adalah hasil literal dari pikirannya." 

Anda bukan korban keadaan. Anda adalah arsitek hidup Anda sendiri. Dan alat paling powerful yang Anda miliki adalah pikiran Anda.

 


1 dari 10