Ukuran teks
18

Eksperimen yang Terlalu Berhasil

Bayangkan ini: Anda memasang iklan di koran kampus Stanford. Mencari relawan untuk "studi psikologi tentang kehidupan penjara." Bayaran $15 per hari—uang yang lumayan untuk mahasiswa tahun 1971. 

24 pemuda mendaftar. Semua diperiksa secara menyeluruh: tes psikologi, wawancara, pemeriksaan kesehatan. Hasilnya? Mereka semua normal. Sehat mental. Tidak ada catatan kriminal. Tidak ada kecenderungan kekerasan. Rata-rata mahasiswa kelas menengah yang baik. 

Anda membagi mereka secara acak: 12 menjadi "tahanan," 12 menjadi "sipir." Tidak ada yang spesial tentang pembagian ini. Hanya lemparan koin. Siapa pun bisa menjadi apa pun. 

Anda membangun penjara tiruan di basement gedung psikologi Stanford. Sel-sel dengan jeruji. Ruang isolasi. Seragam untuk tahanan. Seragam dan tongkat untuk sipir. 

Eksperimen dijadwalkan untuk dua minggu. 

Tapi setelah enam hari, Anda harus menghentikannya. 

Mengapa? 

Karena sipir—mahasiswa normal yang seminggu lalu adalah anak baik—mulai menyiksa tahanan. Memaksa mereka melakukan push-up sampai kelelahan. Membangunkan mereka di tengah malam. Memasukkan mereka ke "lubang" (lemari kecil gelap) untuk hukuman. Merendahkan mereka dengan cara yang semakin sadis. 

Dan tahanan? Beberapa mengalami breakdown emosional. Menangis tidak terkendali. Mengalami gangguan psikosomatis. Kehilangan kemampuan berpikir jernih. 

Ini bukan lagi eksperimen. Ini menjadi kenyataan yang mengerikan.

Philip Zimbardo—profesor Stanford yang merancang eksperimen—berdiri di luar sel dan menonton transformasi ini dengan horror. Dia sendiri hampir terperangkap dalam peran sebagai "superintendent penjara" dan melupakan tanggung jawabnya sebagai peneliti. 

Stanford Prison Experiment menjadi salah satu studi psikologi paling terkenal—dan paling kontroversial—dalam sejarah. Pertanyaan yang ditinggalkannya menghantui kita sampai hari ini: 

Apakah kita semua mampu melakukan kejahatan jika ditempatkan dalam situasi yang "tepat"? 

Apakah perbedaan antara orang baik dan orang jahat hanya seberapa beruntung kita dalam situasi yang kita hadapi? 

Dan yang paling menakutkan: Apakah Anda yakin Anda akan menjadi tahanan yang melawan—bukan sipir yang menyiksa? 

Mari kita telusuri jawaban yang mengganggu ini.

 


1 dari 12