Ukuran teks
18

Suara dari Surga

"Nama saya Susie Salmon, seperti ikan. Saya dibunuh pada 6 Desember 1973." 

Bayangkan membuka sebuah novel dan kalimat pertama yang Anda baca adalah pengakuan kematian dari narator sendiri. 

Tidak ada misteri siapa yang mati. Tidak ada suspense tentang apakah dia akan selamat. Sejak kalimat pertama, kita tahu: Susie Salmon sudah mati. Dia dibunuh. Dia berusia 14 tahun. 

Tapi inilah yang luar biasa: ini bukan cerita tentang kematian. Ini adalah cerita tentang kehidupan yang berlanjut setelah kehilangan yang tak terbayangkan. 

Alice Sebold menciptakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya: novel yang diceritakan dari surga oleh seorang gadis remaja yang mengamati keluarganya berjuang dengan kesedihan, kemarahan, rasa bersalah, dan akhirnya—dengan susah payah—penerimaan. 

"The Lovely Bones" bukan tentang pembunuhan. Pembunuhan terjadi di chapter pertama. Ini tentang apa yang terjadi setelahnya—bagaimana satu kematian mengirim gelombang kejut melalui kehidupan semua orang yang mencintai Anda. 

Ini tentang bagaimana keluarga bisa hancur berkeping-keping oleh kesedihan yang sama. Dan bagaimana, meskipun rusak, mereka bisa—mungkin—menemukan cara untuk utuh kembali. 

Ini adalah kisah yang menyakitkan dan indah sekaligus. Mari kita mulai.

 


1 dari 10