Ukuran teks
18

Pulau Surga yang Menjadi Neraka

Bayangkan ini: Sekelompok anak laki-laki berusia 6 hingga 12 tahun terdampar di pulau tropis yang sempurna. Tidak ada orang dewasa. Tidak ada aturan. Tidak ada sekolah. 

Pantai putih bersih. Air jernih. Buah-buahan di pohon. Laguna hangat untuk berenang. Hutan hijau untuk dijelajahi. 

Ini seperti liburan tanpa akhir. Seperti mimpi setiap anak. 

Setidaknya, itulah yang mereka pikirkan di awal. 

Tapi dalam beberapa minggu, pulau surga ini akan berubah menjadi neraka. Anak-anak yang riang akan menjadi pemburu yang haus darah. Teman akan membunuh teman. Dan kepolosan akan hilang selamanya—dicuci oleh darah di pasir putih. 

William Golding menulis "Lord of the Flies" dengan satu pertanyaan mengerikan dalam pikiran: 

Apa yang terjadi ketika peradaban dilucuti? Apa yang tersisa ketika aturan hilang? Apakah manusia pada dasarnya baik—atau jahat? 

Jawabannya lebih gelap dari yang Anda bayangkan. 

Mari kita mulai dari momen ketika semuanya masih tampak seperti petualangan.

 


1 dari 17