Ukuran teks
18

Pagi yang Mengubah Dunia

11 September 2001, pukul 8:46 pagi. 

John O'Neill sedang di kantor barunya di lantai 49 World Trade Center Tower 1. Dia baru bekerja di sana dua minggu—sebagai kepala keamanan kompleks WTC. 

Sebelumnya, dia adalah agen FBI paling senior yang melacak Al-Qaeda. Selama bertahun-tahun, dia memperingatkan siapa saja yang mau mendengar: "Sesuatu yang besar akan terjadi. Al-Qaeda merencanakan serangan besar di Amerika." 

Tidak banyak yang mendengarkan. 

CIA tidak mau berbagi informasi. Atasan di FBI menganggapnya terlalu obsesif. Pemerintah lebih fokus pada ancaman dari negara-negara, bukan kelompok teroris. 

Jadi O'Neill pensiun dari FBI, frustrasi karena peringatannya diabaikan. 

Dan sekarang, ironi yang paling tragis dalam sejarah: pria yang paling tahu tentang ancaman Al-Qaeda berada tepat di gedung yang akan diserang oleh Al-Qaeda. 

Pesawat American Airlines 11 menabrak menara di atas kepalanya. 

O'Neill turun, membantu evakuasi, kemudian kembali naik untuk membantu lebih banyak orang.

Menara runtuh. John O'Neill tidak pernah keluar. 

Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana seorang pria yang mengabdikan hidupnya untuk mencegah serangan ini justru menjadi korbannya? 

Dan pertanyaan yang lebih besar: Bagaimana 19 pria dengan pisau kecil bisa membunuh hampir 3.000 orang dan mengubah dunia selamanya?

Jawabannya dimulai puluhan tahun sebelumnya, di tempat yang sangat jauh dari Manhattan.

 


1 dari 11