Rumah yang Terbakar, Kehidupan yang Runtuh
Bayangkan Anda pulang dan menemukan rumah Anda—rumah besar bergaya kolonial dengan empat kamar tidur, taman yang terawat rapi, jalan masuk yang bersih—terbakar.
Bukan kebakaran akibat korsleting listrik. Bukan kebakaran kecelakaan.
Ini disengaja. Di setiap kamar tidur anak-anak Anda, petugas pemadam kebakaran menemukan titik api terpisah. Seseorang dengan sengaja menyalakan api kecil di beberapa tempat—dan membiarkan semuanya terbakar.
Lebih buruk lagi: Anda tahu siapa pelakunya. Salah satu anak Anda sendiri.
Inilah bagaimana Celeste Ng membuka "Little Fires Everywhere"—dengan ending yang menghancurkan. Lalu dia membawa kita mundur, memperlihatkan bagaimana sebuah komunitas yang tampak sempurna bisa runtuh. Bagaimana kebajikan bisa menjadi kejahatan. Bagaimana orang-orang yang bermaksud baik bisa menyakiti dengan cara yang tidak mereka sadari.
Shaker Heights, Ohio, adalah tempat di mana segalanya terencana. Setiap rumah didesain dengan cermat. Setiap pohon ditanam dengan presisi. Ada aturan untuk segala hal—warna yang boleh Anda cat rumah, di mana Anda boleh parkir, bagaimana Anda harus memotong rumput.
Ini adalah tempat yang sempurna untuk keluarga Richardson—keluarga yang hidupnya tampak seperti dari katalog furniture mewah. Empat anak yang cantik dan tampan. Rumah besar. Reputasi tanpa cela.
Lalu datang Mia Warren dan putrinya Pearl—seorang seniman nomaden dan anak remajanya—yang menyewa rumah kecil milik keluarga Richardson.
Mia tidak mengikuti aturan. Dia tidak peduli tentang rencana. Dia hidup dari hari ke hari, berpindah dari kota ke kota, menciptakan seni dan membesarkan putrinya dengan caranya sendiri.
Dan benturan antara dua dunia ini—antara aturan dan kebebasan, antara kehidupan yang direncanakan dan kehidupan yang dijalani—akan membakar segalanya.
Mari kita lihat bagaimana api kecil ini mulai menyala.