Ukuran teks
18

Rumah Kecil yang Menyimpan Mimpi Besar

Di meja kerja rumahnya, Amy Coney Barrett menyimpan foto sebuah rumah kecil di New Orleans. Rumah sederhana di Green Street itu—hanya satu lantai dengan ruang tamu kecil, dapur mungil, dan tiga kamar tidur—adalah tempat buyut perempuannya tinggal. 

Barrett tidak pernah bertemu buyutnya. Dia meninggal lima tahun sebelum Barrett lahir. Rumah itu pun baru Barrett lihat pertama kali sepuluh tahun lalu, saat dia dan saudara-saudaranya menyewa bus untuk tur "This Is Your Life" merayakan ulang tahun ke-70 ayah mereka. 

Yang paling menyentuh Barrett adalah ukuran rumah itu: sangat kecil. 

Tapi dari rumah mungil itulah dimulai perjalanan yang membawa keluarganya dari kemiskinan di New Orleans hingga Barrett akhirnya menjadi Hakim Associate ke-103 Mahkamah Agung Amerika Serikat—salah satu dari sembilan orang paling berpengaruh dalam sistem hukum Amerika. 

"Foto itu menguatkan tekad saya untuk terus berusaha dan tidak pernah berhenti mencoba," tulis Barrett. 

Foto rumah kecil itu bukan sekadar kenangan. Itu adalah pengingat bahwa mimpi besar bisa dimulai dari tempat yang paling sederhana. 

Dalam bukunya "Listening to the Law: Reflections on the Court and Constitution," Barrett membuka tabir tentang perjalanannya yang luar biasa—dari gadis kecil di Louisiana hingga menjadi salah satu hakim perempuan termuda di Mahkamah Agung. Lebih dari itu, dia mengajak kita memahami bagaimana hukum bekerja, bagaimana keputusan yang mengubah hidup jutaan orang Amerika dibuat, dan mengapa mendengarkan hukum membutuhkan lebih dari sekadar membaca teks. 

Buku ini bukan gosip dari balik layar Mahkamah Agung. Ini juga bukan propaganda politik. Ini adalah undangan untuk memahami salah satu institusi paling penting dalam demokrasi Amerika—dan bagaimana seorang ibu dengan tujuh anak menjalani salah satu pekerjaan paling berat di dunia.

 


1 dari 13