Percobaan yang Tidak Bisa Diulang
Bayangkan Anda diberi sebuah akuarium.
Di dalamnya ada bakteri yang membelah diri setiap menit—satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan. Pertumbuhan eksponensial yang sempurna.
Akuarium Anda penuh dengan nutrisi. Tapi ada satu masalah: ukurannya terbatas.
Pertanyaan: Kapan akuarium akan penuh?
Jika akuarium penuh pada jam ke-60, kapan akuarium setengah penuh?
Kebanyakan orang menjawab jam ke-30. Salah.
Jawabannya adalah jam ke-59.
Satu menit sebelum penuh, akuarium baru setengah penuh. Pada jam ke-58, hanya seperempat penuh. Pada jam ke-55, hanya 3% penuh—hampir kosong.
Inilah bahaya pertumbuhan eksponensial: masalah terlihat kecil sampai tiba-tiba terlambat.
Sekarang ganti bakteri dengan manusia. Ganti akuarium dengan Bumi. Dan Anda mendapat "The Limits to Growth"—sebuah buku yang diterbitkan pada 1972 yang memprediksi masa depan planet kita.
Menggunakan komputer paling canggih di zamannya, sekelompok ilmuwan MIT menciptakan model dunia—simulasi lengkap dengan populasi, ekonomi, sumber daya, polusi, dan produksi pangan.
Mereka menjalankan 12 skenario berbeda. Dan hampir semua skenario berakhir dengan cara yang sama:
Kolaps peradaban di abad ke-21.
Bukan karena asteroid. Bukan karena perang nuklir. Tapi karena kita, seperti bakteri dalam akuarium, tumbuh terlalu cepat di planet yang terbatas.
Ini tahun 1972. Dunia sedang boom ekonomi. Teknologi berkembang pesat. Masa depan terlihat cerah. Dan sekelompok ilmuwan berkata: "Kalian semua salah jalan."
Mereka dicaci. Diserang. Disebut pessimist, alarmist, bahkan Malthusian (pengikut Thomas Malthus yang memprediksi bencana populasi di 1798—yang tidak terjadi).
Tapi sekarang, lebih dari 50 tahun kemudian, kita bisa melihat data aktual. Dan hasilnya mengejutkan:
Prediksi mereka ternyata sangat akurat.
Mari kita buka buku yang mengubah cara kita memandang masa depan—dan mungkin masih bisa menyelamatkan kita.