Ukuran teks
18

Ketika Mantan Ibu Negara Merasa Tidak Mampu

Bayangkan ini: Anda Michelle Obama. Mantan Ibu Negara Amerika Serikat. Princeton graduate. Harvard Law School. Wanita yang berdiri di samping Presiden. Wanita yang berbicara di depan jutaan orang. 

Dan Anda masih terbangun jam 3 pagi, hati berdebar, dihinggapi pikiran: 

"Apakah saya cukup baik? Apakah saya layak berada di sini? Bagaimana jika semua orang menyadari bahwa saya sebenarnya tidak tahu apa yang saya lakukan?" 

Ini bukan cerita fiktif. Ini pengakuan jujur Michelle Obama dalam bukunya "The Light We Carry." 

Wanita yang telah mencapai puncak kesuksesan, yang berbicara dengan kepala negara, yang menginspirasi jutaan orang—masih bergulat dengan impostor syndrome. Masih meragukan dirinya sendiri. Masih merasa takut. 

Dan inilah mengapa buku ini powerful. 

Bukan karena Michelle Obama memberitahu kita bagaimana menjadi sempurna. Bukan karena dia punya semua jawaban. Tapi karena dia jujur tentang ketidaksempurnaannya. Tentang ketakutannya. Tentang perjuangannya. 

Dia menulis: "Saya bukan di sini untuk memberitahu Anda bahwa saya punya semuanya. Saya di sini untuk mengatakan: saya juga masih mencari tahu. Dan itu tidak apa-apa." 

Buku ini ditulis selama pandemi COVID-19—masa ketika dunia terasa tidak stabil, masa depan tidak pasti, dan kita semua merasa kehilangan pegangan. Tapi justru di masa inilah Michelle menemukan sesuatu yang fundamental: 

Cahaya yang kita butuhkan untuk melewati kegelapan sudah ada dalam diri kita. Kita hanya perlu tahu bagaimana menemukannya.

 


1 dari 10