Ukuran teks
18

Sepuluh Inci Air

Nick Vujicic berusia sepuluh tahun ketika dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. 

Dia sudah memikirkan semua kemungkinan. Melompat dari ketinggian? Tidak mungkin—dia tidak bisa naik tangga. Minum racun? Bagaimana dia akan membuka botolnya tanpa tangan? 

Lalu dia menemukan cara: tenggelam di bathtub. 

Air di bathtub rumahnya hanya sedalam sepuluh inci. Tapi bagi anak berusia sepuluh tahun tanpa lengan dan tanpa kaki, itu cukup. 

Rencananya sederhana. Dia akan berguling dengan wajah menghadap ke bawah di bathtub. Tanpa lengan untuk mendorong tubuhnya, tanpa kaki untuk berdiri, dia akan tenggelam. 

Malam itu, dia berbaring di tempat tidur, menunggu orang tuanya tidur. Hatinya berdebar. Kepalanya penuh dengan suara-suara dari sekolah: 

"Monster!" "Alien!" "Kamu tidak akan pernah punya pacar!" "Lebih baik kamu mati saja!" Dia lelah. Lelah ditatap. Lelah ditertawakan. Lelah menjadi beban bagi orang tuanya. 

Tapi kemudian—dalam kegelapan kamar itu—dia memikirkan ibunya. Bayangan ibunya yang menemukan tubuhnya di bathtub. Bayangan ayahnya yang harus menjelaskan pada adik-adiknya mengapa kakak mereka memilih untuk pergi. 

Dan dia tidak bisa melakukannya. 

Bukan karena dia tidak ingin mati. Tapi karena dia tidak bisa membuat keluarganya menderita lebih dari yang sudah mereka derita. 

Malam itu, Nick Vujicic tidak mengakhiri hidupnya. Dan keputusan itu—keputusan untuk tetap hidup satu hari lagi—mengubah segalanya. 

Hari ini, lebih dari 30 tahun kemudian, Nick telah berbicara di depan jutaan orang di lebih dari 70 negara. Dia menikah dengan wanita cantik yang dia cintai. Dia punya empat anak. Dia perenang. Dia pemain golf. Dia berselancar.

Tanpa lengan. Tanpa kaki. Tapi dengan hidup yang lebih penuh daripada kebanyakan orang dengan tubuh lengkap. 

"Life Without Limits" adalah kisah bagaimana seseorang yang dilahirkan "tanpa apa-apa" menemukan bahwa dia punya segalanya yang dia butuhkan. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10