Ukuran teks
18

Hari Ketika Pengetahuan Hampir Musnah

Bayangkan ini: 700.000 buku hangus dalam sekejap mata. 

Pukul 10:58 pagi, 29 April 1986. Alarm kebakaran berbunyi di Los Angeles Central Library. Para pengunjung dan staf awalnya berpikir ini alarm biasa—mungkin ada yang merokok di toilet atau ada sistem yang error. 

Tapi ini bukan alarm biasa. 

Dalam hitungan menit, api berkobar dengan ganas melalui tumpukan buku. Suhu mencapai 2.000 derajat Celsius. Api membakar selama lebih dari tujuh jam. Asap hitam membumbung tinggi di langit Los Angeles. 

Ketika api padam, kerusakan sudah telanjur dahsyat: 400.000 buku hangus total. 700.000 buku rusak parah. Perpustakaan tutup selama tujuh tahun untuk renovasi total. 

Ini adalah kebakaran perpustakaan terbesar dalam sejarah Amerika.

Tapi ada yang aneh: hampir tidak ada yang memperhatikan. 

Kenapa? Karena di hari yang sama, reaktor nuklir Chernobyl meledak di Ukraina. Dunia sedang panik menghadapi kemungkinan kiamat nuklir. Berita kebakaran perpustakaan tenggelam di halaman belakang koran. 

"Buku-buku terbakar," tulis Susan Orlean, "sementara sebagian besar dari kita menunggu untuk melihat apakah kita akan menyaksikan akhir dunia." 

Dunia tidak berakhir. Tapi sesuatu yang berharga nyaris hilang selamanya. 

30 tahun kemudian, wartawan The New Yorker Susan Orlean memutuskan untuk menyelidiki misteri ini. Siapa yang membakar perpustakaan? Mengapa? Dan apa sebenarnya yang kita kehilangan ketika perpustakaan terbakar?

Yang dia temukan adalah lebih dari sekadar cerita tentang api dan buku. Ini adalah cerita tentang apa yang membuat kita manusia: hasrat untuk mengoleksi pengetahuan, berbagi cerita, dan membangun ruang di mana semua orang—tanpa memandang latar belakang—bisa datang untuk belajar. 

Mari kita buka misteri ini bersama.

 


1 dari 11