Ukuran teks
18

Seorang Pria Berjalan di Langit

Bayangkan pagi musim panas di New York, Agustus 1974. 

Anda sedang berjalan ke kantor—kopi di tangan, pikiran penuh dengan tagihan yang harus dibayar, masalah yang harus diselesaikan. Lalu seseorang berteriak: "Lihat ke atas!" 

Anda mendongak. Dan di sana, 400 meter di atas tanah, di antara dua menara kembar World Trade Center yang menjulang tinggi—ada seorang pria. Berjalan. Di atas tali. 

Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada harness. Hanya satu tali tipis dan tekad yang luar biasa. 

Seluruh Manhattan berhenti. Ribuan orang di jalanan memandang ke atas dengan napas tertahan. Polisi, pengusaha, pekerja konstruksi, ibu rumah tangga, anak sekolah—semuanya berdiri bersama, melihat hal yang tidak mungkin. 

Dan untuk beberapa menit yang ajaib itu, semua orang melupakan kehidupan mereka yang kacau. Mereka lupa tentang perang Vietnam yang mengambil anak-anak mereka. Lupa tentang kemiskinan yang menghancurkan. Lupa tentang kecanduan, kehilangan, dan keputusasaan. 

Mereka hanya melihat—ke atas—pada satu pria yang berjalan di tali, menantang gravitasi, menantang kematian, menantang segala yang masuk akal. 

Tapi ini bukan cerita tentang pria itu. 

Ini adalah cerita tentang orang-orang di bawah—orang-orang yang berjalan di tali mereka sendiri setiap hari. Tali yang tidak terlihat tapi sama berbahayanya. Tali antara harapan dan keputusasaan. Antara hidup dan mati. Antara cinta dan kehilangan. 

Colum McCann menulis Let The Great World Spin sebagai mozaik kehidupan yang bersinggungan di New York pada satu hari yang luar biasa. Ini bukan hanya novel tentang aksi tali tinggi Philippe Petit. Ini novel tentang bagaimana kita semua—tanpa sadar—berjalan di tali kita sendiri setiap hari.

Dan bagaimana kadang-kadang, dalam momen-momen yang paling tidak terduga, tali-tali itu bersilangan. Dan hidup kita—yang tampak terpisah—ternyata terhubung dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan.

 


1 dari 10