Ukuran teks
18

Senyuman yang Mengubah Dunia

Dia duduk tenang dengan senyum yang hampir tidak terlihat. Sudut bibirnya sedikit terangkat, atau mungkin turun—tergantung bagaimana Anda melihatnya. Setiap kali mata Anda bergerak melintasi wajahnya, senyum itu seperti hidup, berubah, berkedip antara kegembiraan dan kesedihan. 

Ini Mona Lisa—lukisan paling terkenal dalam sejarah manusia. 

Tapi keajaiban sebenarnya bukan pada lukisan itu sendiri. Keajaiban ada pada pikirannya yang menciptakannya. 

Leonardo da Vinci memulai melukis Mona Lisa pada 1503. Dia membawanya ke mana-mana, terus menyempurnakannya, menambah lapisan demi lapisan cat yang sangat tipis, hingga hari kematiannya pada 1519—16 tahun kemudian. 

Mengapa begitu lama? Mengapa begitu obsesif? 

Karena bagi Leonardo, lukisan ini bukan sekadar potret. Ini adalah puncak dari seumur hidupnya mempelajari anatomi, optik, matematika, cahaya, bayangan, geologi, psikologi manusia, dan ratusan topik lain yang tak terhitung jumlahnya. 

Untuk melukis senyuman itu, Leonardo membedah mayat manusia untuk memahami 52 otot di wajah. Dia mempelajari bagaimana cahaya memantul dari kornea mata. Dia mengamati bagaimana retina manusia melihat detail di tengah tetapi hanya bayangan di tepi. 

Hasilnya? Senyuman yang berubah tergantung bagaimana Anda melihatnya—karena ketika mata Anda menatap langsung ke bibir, sudut bibir terlihat sedikit turun. Tapi ketika mata Anda bergerak, bayangan dan cahaya menciptakan ilusi bahwa sudut bibir naik. 

Senyuman itu hidup. Dan rahasia kehidupan itu bukan sihir—itu adalah keingintahuan. 

Ini adalah kisah tentang pria yang ingin tahu segalanya yang bisa diketahui tentang segala hal di alam semesta, termasuk bagaimana kita sebagai manusia cocok di dalamnya.

 


1 dari 11