Ukuran teks
18

Sarapan yang Mengubah Perspektif

Kantor Facebook, pagi yang cerah. Sheryl Sandberg—COO Facebook dan salah satu wanita paling berpengaruh di dunia teknologi—mengadakan pertemuan sarapan dengan Menteri Keuangan AS dan empat anggota stafnya yang kebetulan semuanya wanita. 

Lima belas eksekutif pria datang, mengambil makanan, dan langsung duduk di meja konferensi besar. Lalu datang empat wanita dari tim Menteri Keuangan. Mereka juga mengambil makanan—setelah para pria—tetapi alih-alih duduk di meja konferensi, mereka memilih kursi di sisi ruangan. 

Sheryl memperhatikan ini. Ia berdiri dan mengundang mereka untuk duduk di meja. "Silakan bergabung dengan kami." 

Mereka menggeleng dan tersenyum sopan. "Tidak apa-apa, kami nyaman di sini." Sheryl bersikeras. Tapi mereka tetap di kursi mereka. 

Setelah pertemuan, Sheryl menyampaikan sesuatu kepada mereka dengan lembut: "Kalian seharusnya duduk di meja itu. Kalian adalah bagian dari diskusi, bukan penonton. Kalian punya hak penuh untuk berada di sana." 

Keempat wanita itu terkejut. Tidak terpikirkan oleh mereka bahwa mereka seharusnya duduk di "meja besar." Rasanya lebih aman, lebih sopan, untuk duduk di pinggir. 

Dalam momen itu, Sheryl menyadari sesuatu yang mengkhawatirkan: selain menghadapi hambatan eksternal dari masyarakat dan sistem, wanita juga bertarung melawan hambatan yang datang dari dalam diri mereka sendiri. 

Ketakutan. Keraguan. Perasaan tidak pantas. 

Dan itulah yang membuat Sheryl Sandberg menulis buku ini—bukan hanya untuk mengkritik sistem yang tidak adil, tetapi untuk mendorong wanita menghadapi ketakutan mereka dan mengambil tempat yang seharusnya mereka duduki.

Lean in. Condongkan tubuh ke depan. Ambil tempat Anda di meja. 

Jangan menunggu diundang. Jangan menunggu merasa "cukup siap." Ambil inisiatif. Kejar ambisi Anda. Jangan mundur sebelum waktunya. 

Ini bukan hanya tentang karir. Ini tentang menciptakan dunia yang lebih adil untuk semua orang—wanita dan pria.

 


1 dari 12