Ukuran teks
18

Ketika 70% Perubahan Gagal

Selama satu dekade, John Kotter—profesor di Harvard Business School—mengamati lebih dari 100 perusahaan yang mencoba mentransformasi diri mereka. 

Ford. General Motors. British Airways. Eastern Airlines. Bristol-Myers Squibb. 

Perusahaan besar dan kecil. Yang hampir bangkrut dan yang sedang menguntungkan. Di Amerika dan di seluruh dunia. 

Mereka semua mencoba perubahan dengan berbagai label: total quality management, reengineering, rightsizing, restructuring, perubahan budaya, turnaround. 

Tapi tujuan dasarnya sama: mengubah fundamental cara berbisnis untuk menghadapi pasar yang semakin menantang. 

Hasilnya? 

Beberapa upaya sangat sukses. Beberapa gagal total. Tapi kebanyakan jatuh di antara keduanya—dengan kecenderungan yang jelas ke arah kegagalan. 

Ini adalah statistik yang menyakitkan namun konsisten: sekitar 70% dari semua upaya transformasi organisasi gagal. 

Mengapa? Bukan karena kurangnya rencana. Bukan karena kurangnya sumber daya. Bukan karena kurangnya niat baik. 

Mereka gagal karena tidak memahami bahwa perubahan adalah tentang kepemimpinan, bukan sekadar manajemen. 

Dari pengamatan satu dekade ini, Kotter mengidentifikasi pola yang konsisten—delapan kesalahan besar yang menghancurkan upaya perubahan, dan delapan langkah yang, jika diikuti dengan disiplin, dapat membuat transformasi berhasil.

Ini adalah kisah tentang bagaimana memimpin perubahan yang bertahan. Tentang bagaimana tidak hanya mengubah proses dan struktur, tetapi mengubah cara orang berpikir, berperilaku, dan bekerja sama. 

Karena pada akhirnya, perubahan organisasi bukan tentang sistem—ini tentang manusia.

 


1 dari 7