Ukuran teks
18

Kesalahan Termahal dalam Karir Saya

Tahun 1981. John C. Maxwell berdiri di depan gerejanya—gereja yang telah dia pimpin selama empat tahun dengan pertumbuhan yang luar biasa. Jemaat bertambah. Pelayanan berkembang. Nama Maxwell mulai dikenal. 

Lalu dia mendapat tawaran: sebuah gereja yang lebih besar, lebih prestisius, dengan gaji lebih tinggi di kota yang lebih besar. 

Dia menerima tawaran itu tanpa berpikir panjang. Mengumumkannya dengan bangga. Bersiap untuk "naik level." 

Tapi dia melupakan satu hal: orang-orang yang telah memberikan empat tahun kehidupan mereka untuk visinya. 

Ketika dia mengumumkan kepergiannya, bukan hanya kehilangan pemimpin yang mereka rasakan. Mereka merasa dikhianati. Digunakan. Seperti tangga yang diinjak untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi. 

Seorang anggota jemaat senior—orang yang telah mendukungnya sejak hari pertama—mendekati Maxwell dengan mata berkaca-kaca: 

"John, saya pikir kami lebih dari sekadar batu loncatan untuk Anda." 

Kata-kata itu menusuk. 

Maxwell pergi ke gereja baru itu. Tapi luka yang dia tinggalkan di gereja lama tidak pernah sepenuhnya sembuh. Dan pelajaran itu menghantui dia selama bertahun-tahun. 

Bertahun-tahun kemudian, di usia 60-an, setelah memimpin organisasi, melatih ribuan pemimpin, dan menulis puluhan buku, Maxwell duduk dan menulis "Leadership Gold"—sebuah buku yang lahir dari pertanyaan sederhana: 

"Apa yang saya harap saya tahu ketika saya mulai memimpin?"

Ini bukan buku teori. Ini adalah buku bekas luka dan kebijaksanaan. Setiap pelajaran dibayar dengan kesalahan yang mahal. Setiap prinsip ditempa melalui kegagalan yang menyakitkan. 

Dan Maxwell membagikannya dengan harapan Anda tidak perlu membuat kesalahan yang sama. 

Mari kita mulai dengan emas kepemimpinan yang dia kumpulkan dari seumur hidup memimpin.

 


1 dari 11