Ukuran teks
18

Dua Saudara, Dua Nasib Berbeda

Bayangkan dua saudara kandung yang tumbuh di rumah yang sama, pendidikan yang sama, nilai-nilai keluarga yang sama. 

David mendapat promosi menjadi manajer di usia 28 tahun. Lima tahun kemudian, dia memimpin divisi dengan 200 orang. Timnya loyal. Produktivitas tinggi. Orang senang bekerja dengannya. Perusahaan mempromosikannya lagi dan lagi. 

Michael juga mendapat promosi menjadi manajer di usia 27 tahun. Tapi tiga tahun kemudian, timnya berantakan. Turnover tinggi. Orang komplain ke HR. Dia tidak dipromosikan lagi selama 10 tahun. Frustasi, dia berpikir: "Perusahaan ini tidak fair. Mereka tidak lihat kerja keras saya." 

Apa perbedaannya? 

IQ mereka hampir sama. Etos kerja sama-sama kuat. Kemampuan teknis bahkan Michael mungkin sedikit lebih baik. 

Bedanya adalah kepemimpinan. 

David memahami sesuatu yang fundamental: Kepemimpinan bukan tentang posisi. Kepemimpinan adalah tentang pengaruh. 

Michael berpikir: "Aku sudah jadi manajer, jadi orang harus nurut sama aku." David berpikir: "Aku harus earn respect dan trust dari tim aku setiap hari." 


John C. Maxwell adalah salah satu ahli kepemimpinan paling dihormati di dunia. Dia telah melatih jutaan pemimpin—dari CEO Fortune 500 hingga kepala negara. Dan dalam "Leadership 101," dia menyaring puluhan tahun pengalaman dan riset menjadi prinsip-prinsip dasar yang setiap pemimpin harus tahu.

Ini bukan buku teori. Ini adalah praktik kepemimpinan yang terbukti—sederhana, aplikatif, dan mengubah hidup. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan paling fundamental: 

Apa sebenarnya kepemimpinan itu?

 


1 dari 11