Momen Ketika Semuanya Berubah
Tahun 1995, John C. Maxwell duduk di mejanya, menatap angka-angka yang mengesankan.
Organisasinya tumbuh pesat. Ribuan orang hadir di seminar kepemimpinannya. Buku-bukunya laris. Jadwalnya penuh. Secara objektif, dia sukses luar biasa.
Tapi ada yang mengganggu.
Dia menyadari sesuatu yang mengejutkan: Semakin sukses dia, semakin sedikit orang yang dia pengaruhi secara langsung.
Ketika dia masih memimpin gereja kecil, dia mengenal setiap anggota jemaat. Dia bisa menyentuh hidup mereka satu per satu. Tapi sekarang, dengan organisasi yang besar, pengaruh langsungnya malah berkurang.
Dia menghadapi pilihan:
● Tetap menjadi "bintang" yang tampil di depan, atau
● Berubah menjadi pelatih yang memberdayakan ribuan pemimpin lain?
Pilihannya? Berubah.
Dia melatih dirinya untuk berhenti menjadi soloist—pemain tunggal yang brilian—dan mulai menjadi conductor—konduktor yang membuat seluruh orkestra bermain dengan indah.
Keputusan itu mengubah segalanya. Dan dari pengalaman itulah lahir buku "Leadershift."
Maxwell menulis: "Perubahan tidak bisa dihindari. Pertumbuhan adalah pilihan. Pilih dengan bijak."
Buku ini bukan tentang satu perubahan besar. Ini tentang 11 pergeseran paradigma yang harus dilakukan setiap pemimpin—jika mereka ingin tetap relevan, efektif, dan berdampak di dunia yang terus berubah.