Dua Wanita, Dua Rahasia, Satu Kebenaran
San Francisco, masa kini.
Pearl Louie-Brandt, 40 tahun, wanita profesional Amerika keturunan Tionghoa, menerima telepon dari ibunya yang membuat hatinya tenggelam.
"Kamu harus datang ke acara ulang tahun Auntie Du. Tidak ada alasan. Kamu harus datang."
Nada suara ibunya tidak bisa dibantah. Tidak pernah bisa.
Pearl menutup telepon dengan perasaan familiar—campuran frustrasi, rasa bersalah, dan kelelahan emosional yang selalu muncul setelah berbicara dengan ibunya, Winnie.
Tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ada urgensi dalam suara ibunya. Ada sesuatu yang tidak dikatakan—seperti biasa.
Karena dalam keluarga ini, hal yang tidak dikatakan selalu lebih besar dari yang dikatakan.
Pearl punya rahasia yang dia sembunyikan dari ibunya: Dia telah didiagnosis dengan Multiple Sclerosis (MS) sejak enam tahun lalu. Penyakit yang bisa membuatnya lumpuh. Penyakit yang tidak ada obatnya.
Dia tidak memberitahu ibunya karena dia tahu reaksinya—panik, menyalahkan diri sendiri, mencoba menyembuhkannya dengan ramuan herbal Tiongkok dan takhayul. Pearl tidak sanggup menghadapi itu semua.
Tapi apa yang Pearl tidak tahu adalah: ibunya juga menyimpan rahasia.
Rahasia yang telah terkubur selama hampir 50 tahun. Rahasia tentang siapa dia sebenarnya sebelum menjadi "ibu yang cerewet" yang Pearl kenal. Rahasia tentang kehidupan di Tiongkok yang begitu mengerikan sehingga diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
Dan sekarang, kedua rahasia ini akan bertabrakan—dan dalam tabrakan itu, keduanya akan menemukan kebebasan yang tidak pernah mereka bayangkan.