Bunga yang Bersaksi
Bayangkan ini: Anda adalah orang terkaya per kapita di dunia.
Bukan karena Anda mewarisi kerajaan Eropa. Bukan karena Anda membangun perusahaan teknologi. Tetapi karena di bawah tanah yang menjadi milik suku Anda—tanah yang pemerintah Amerika "berikan" sebagai kompensasi setelah mengusir Anda dari tanah leluhur—terdapat sesuatu yang tidak pernah siapa pun duga: minyak. Banyak sekali minyak.
Ini tahun 1920-an. Anda adalah anggota Suku Osage di Oklahoma. Setiap bulan, Anda menerima cek yang jumlahnya lebih besar dari gaji tahunan kebanyakan orang kulit putih. Anda memiliki rumah besar, mobil mewah, pembantu. Anak-anak Anda sekolah di institusi terbaik. Anda berdandan dengan pakaian Paris terbaik.
Dunia melihat Anda dengan kagum dan... iri.
Lalu, satu per satu, keluarga Anda mulai mati.
Adik perempuan Anda ditemukan di jurang, ditembak di kepala. Ibu Anda mati karena "penyakit misterius." Adik Anda yang lain dan suaminya meledak di rumah mereka sendiri—rumah diratakan menjadi puing dalam sekejap. Sepupu Anda ditemukan tewas tertembak di dalam mobilnya.
Dan Anda—Anda merasakan tubuh Anda semakin lemah setiap hari. Dokter memberikan "insulin" untuk diabetes Anda, tapi Anda tidak membaik. Malah semakin parah.
Anda mulai menyadari kebenaran yang mengerikan: Seseorang membunuh keluarga Anda. Satu per satu. Dengan metodis. Dengan tujuan yang jelas.
Dan orang itu mungkin tidur di sebelah Anda setiap malam.
Ini adalah kisah nyata Mollie Burkhart—dan ini hanya permukaan dari salah satu konspirasi pembunuhan paling mengerikan dalam sejarah Amerika.
David Grann menulis Killers of the Flower Moon setelah menemukan foto di museum Osage dengan satu panel yang dipotong. Ketika dia bertanya kenapa, kurator museum berkata: "Iblis berdiri tepat di situ."
Buku ini bukan hanya tentang pembunuhan. Ini tentang bagaimana ketamakan mengubah manusia menjadi monster. Tentang bagaimana rasisme dan paternalisme memungkinkan kejahatan terjadi secara terang-terangan. Dan tentang bagaimana sejarah kelam ini hampir terlupakan—sampai Grann menggalinya dari arsip nasional yang berdebu.
Mari kita masuki dunia Osage tahun 1920-an—tempat di mana bunga-bunga mekar di padang rumput yang indah, sementara di bawahnya, darah mengalir di tanah yang penuh dengan minyak dan rahasia gelap.