Deklarasi Perang Terhadap Uang
Bayangkan Anda punya pekerjaan yang bagus—gaji £4 seminggu di tahun 1930-an, setara dengan pekerjaan kelas menengah yang layak. Kantor yang rapi. Prospek karir. Respektabilitas.
Lalu suatu hari Anda berhenti.
Bukan karena ada tawaran lebih baik. Bukan karena konflik dengan bos. Tapi karena Anda muak dengan seluruh sistem—sistem yang membuat uang menjadi ukuran dari segalanya, yang membuat orang menjual jiwa mereka untuk gaji bulanan, yang mengubah manusia menjadi budak dari "uang tuhan."
Jadi Anda keluar. Anda mengambil pekerjaan di toko buku murahan dengan gaji £2 seminggu—setengah dari gaji lama Anda, hampir tidak cukup untuk makan dan sewa kamar. Anda sengaja memilih kemiskinan sebagai bentuk pemberontakan.
Ini bukan cerita fiksi. Ini yang dilakukan Gordon Comstock—protagonis dalam "Keep The Aspidistra Flying" karya George Orwell.
Dan inilah yang dia pelajari dengan cara yang paling menyakitkan: Anda tidak bisa melawan sistem dengan perut kosong.
Novel ini ditulis Orwell pada tahun 1936, berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai penulis miskin yang berjuang di London. Ini bukan kisah heroik tentang seniman yang menderita lalu sukses. Ini adalah kisah brutal tentang bagaimana kemiskinan menghancurkan idealisme, martabat, dan bahkan cinta.
Pertanyaannya bukan apakah Gordon akan menang melawan "uang tuhan." Pertanyaannya adalah: berapa banyak yang harus dia korbankan sebelum dia menyerah?
Mari kita mulai dari awal—dari deklarasi perang yang naif.