Ukuran teks
18

Klub Buku yang Mengubah Hidup

Bayangkan Anda sedang patah hati. 

Pernikahan 30 tahun Anda baru saja berakhir. Atau Anda kesepian dan tidak tahu bagaimana terhubung dengan orang lain. Atau Anda terjebak dalam pola yang sama berulang kali dalam hubungan. 

Apa yang Anda lakukan? 

Bagi kebanyakan orang, mungkin terapi. Atau liburan. Atau tenggelam dalam pekerjaan. 

Tapi bagi enam orang di California pada tahun 2004, jawabannya adalah: Membentuk klub buku Jane Austen. 

Kedengarannya sederhana, bahkan sedikit kuno. Enam orang berkumpul sebulan sekali untuk membahas novel-novel yang ditulis 200 tahun lalu oleh seorang wanita Inggris yang tidak pernah menikah. 

Tapi inilah yang mereka temukan: Novel-novel Jane Austen berbicara langsung kepada kehidupan mereka yang modern dan berantakan. 

Tentang kesalahpahaman dalam hubungan. Tentang kebanggaan yang menghalangi kebahagiaan. Tentang prasangka yang membutakan kita terhadap cinta sejati. Tentang mencari tempat di mana kita benar-benar diterima. 

Karen Joy Fowler menulis "The Jane Austen Book Club" dengan premis brilian: Bagaimana jika kita bisa melihat kehidupan kita sendiri sebagai novel Jane Austen? 

Setiap karakter dalam buku ini—enam orang dengan masalah yang sangat berbeda—menemukan bahwa kehidupan mereka anehnya mencerminkan novel Austen yang mereka baca. Dan dalam prosesnya, mereka menemukan sesuatu yang lebih berharga dari sekadar pemahaman sastra:

Mereka menemukan komunitas, penyembuhan, dan kemungkinan baru untuk kebahagiaan. 

Mari kita kenali enam anggota klub buku ini—dan enam cara berbeda di mana Jane Austen berbicara kepada kehidupan modern kita.

 


1 dari 10