Satu Keputusan yang Menghancurkan Dunia
Bayangkan ini: Anda berdiri di geladak kapal yang bergoyang, melihat pulau kecil yang akan menjadi penjara Anda.
Tidak ada rumah. Tidak ada orang. Hanya batu, pasir, beberapa pohon kerdil, dan lautan yang mengamuk di segala arah.
Anda mengenakan gaun sutra yang sekarang compang-camping. Sepatu bot berbahan halus yang tidak dirancang untuk berjalan di bebatuan tajam. Rambut yang dulu ditata rapi dengan mutiara sekarang kusut oleh angin laut.
Tiga orang lain berdiri di samping Anda: Auguste, pria yang Anda cintai. Damienne, perawat yang telah menjadi ibu bagi Anda. Dan seorang pelaut muda yang memohon untuk tidak ditinggalkan.
Kapal mulai berlayar menjauh.
Anda berteriak. Memohon. Menangis. Tapi wali Anda—pria yang seharusnya melindungi Anda—berdiri di geladak dengan wajah dingin seperti batu, membiarkan kapal membawa Anda semakin jauh.
Ini bukan mimpi buruk. Ini nyata.
Dan pulau kecil ini—yang bahkan tidak punya nama—akan menjadi rumah Anda untuk dua tahun tersulit dalam hidup Anda.
Ini adalah kisah Marguerite de la Rocque.
Wanita muda Prancis yang lahir dalam kemewahan, dibesarkan dengan harapan untuk kehidupan yang nyaman, tapi akhirnya menemukan kekuatan sejati justru di tempat yang paling brutal dan terisolasi di dunia.
Allegra Goodman mengambil catatan sejarah yang tipis tentang Marguerite—seorang bangsawan yang benar-benar diasingkan di pulau di Teluk St. Lawrence pada tahun 1542—dan mengubahnya menjadi epik tentang survival, cinta, iman, dan penemuan diri.
"Isola" bukan sekadar cerita petualangan. Ini adalah pertanyaan mendalam tentang siapa kita ketika semua yang kita kenal dilucuti dari kita.
Mari kita mulai perjalanan yang luar biasa ini.