Ukuran teks
18

Anda Tidak Seindependen yang Anda Kira

Pagi ini, Anda bangun dan membuat keputusan: 

Memakai baju warna apa? Sarapan apa? Mengecek aplikasi apa pertama kali? Mendengarkan musik apa? Membeli kopi di mana? 

Anda merasa ini semua adalah pilihan pribadi Anda. Ekspresi dari selera unik Anda. Bukti dari individualitas Anda. 

Tapi apa benar begitu? 

Jonah Berger, profesor marketing di Wharton School, menghabiskan puluhan tahun meneliti pertanyaan yang menggelitik ini: Seberapa banyak "pilihan pribadi" kita sebenarnya dipengaruhi oleh orang lain? 

Jawabannya akan mengejutkan Anda. 

Hampir setiap keputusan yang Anda buat—dari yang paling trivial sampai yang paling penting—dipengaruhi oleh orang di sekitar Anda. Tanpa Anda sadari. 

Baju yang Anda pakai? Kemungkinan besar warnanya sedang trending. Kopi yang Anda pesan? Kemungkinan besar yang "aman" karena banyak orang pesan. Musik yang Anda dengar? Direkomendasikan oleh algoritma yang melihat apa yang orang seperti Anda dengar. 

Bahkan keputusan besar—di mana kuliah, karir apa yang dipilih, siapa yang dinikahi—semua ini dipengaruhi oleh pengaruh sosial yang tidak terlihat. 

Inilah paradoks manusia: Kita semua ingin dianggap unik dan independen. Tapi pada saat yang sama, kita terobsesi dengan apa yang orang lain lakukan. 

"Invisible Influence" mengungkap kekuatan tersembunyi ini—bagaimana orang lain membentuk perilaku kita, kapan kita mengikuti kerumunan, kapan kita memberontak, dan yang paling penting: bagaimana kita bisa membuat keputusan yang lebih baik dengan memahami pengaruh ini. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Dari mana Anda belajar bagaimana menjadi manusia?

 


1 dari 11